Pengajaran Sehat dan Alkitabiah tentang: Penyaliban & kebangkitan Kristus Yesus dan paskah

Pengajaran Sehat dan Alkitabiah tentang: Penyaliban & kebangkitan Kristus Yesus dan paskah

https://bit.ly/haripenyalibankristusyesus

Nas:

1 Tesalonika 5:21

21 Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.

1 Yohanes 4:1

1 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.

2 Kor. 11:4

4 Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.

2 Tim. 4:3-4

3  Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.
4  Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.

Pendahuluan

Nats Alkitab diatas menghimbau kepada kita semua, kepada seorang Kristen yang mengasihi Tuhan dan kebenaran-Nya untuk tidak mudah percaya akan suatu ajaran tertentu yang mengatasnamakan Yesus. Yesus yang lain adalah sekedar penyebutan nama Yesus dan memaksudkan kepada Tuhan Yesus namun yang tidak sesuai dengan gambaran keseluruhan Alkitab.

Mayoritas umat yang menyebut diri sebagai Kristen di dunia telah memperingati penyaliban Yesus Kristus pada hari Jumat, 19 April 2019 berdasarkan konversi kalender masehi. Momen ini dikenal luas sebagai Jumat Agung.

Lho, kok mayoritas? Mengapa Bukan SEMUA Orang Kristen? Bukankah ini sudah aturan mendunia bahkan ditetapkan tanggal libur?

Pembaca yang budiman, ketika anda membaca ayat Alkitab yang menyuruh anda kritis, menguji SEGALA sesuatu dan memegang Yang BAIK/BENAR, apakah anda sungguh ingin melakukan sepenuhnya ataukah sekedar dibaca dan menjadi slogan saja?

Kapankah sesungguhnya Hari Penyaliban Tuhan Yesus? Sungguhkah Hari Itu Adalah Jumat Berdasarkan Seluruh Ayat Alkitab dan Nalar Akal Sehat? Apakah Paskah itu: Relevankah bagi Orang Kristen? Apa Kata Alkitab Tentang Kebangkitan-Nya?

Hari Penyaliban Tuhan Yesus Yang Alkitabiah

Peristiwa penyaliban Tuhan Yesus telah terjadi kurang lebih 2000 tahun yang lalu. Secara tradisi yang dapat ditelusuri ditetapkan pada hari Jumat oleh Katolik Roma. Sangat mungkin dahulu mereka menetapkan ini karena mempertimbangkan satu ayat teknis yang berkata bahwa Yesus disalib menjelang hari Persiapan / Sabat:

Markus 25:42
Sementara itu hari mulai malam, dan hari itu adalah hari persiapan, yaitu hari menjelang Sabat.

Lukas 23:54
Hari itu adalah hari persiapan dan sabat hampir mulai.

Gereja Roma Raya (Katolik) berdiri sejak masa kaisar Konstantine menggabungkan gereja dengan negara yang berpusat di Roma pada abad ke-4 M. Karena waktu itu Alkitab belum semudah (bahkan masih sangat sulit di konkordansi) kita hari ini, sangat mungkin mereka kurang teliti dan akurat dalam mengumpulkan dan menyimpulkan informasi keseluruhan Alkitab yang berbicara mengenai penyaliban Yesus, sehingga ketika bertemu dengan satu ayat teknis langsung memberi kesimpulan.

Tetapi bagi kita hari ini, sebagai orang Kristen yang mau mengasihi Tuhan dan tidak ingin menolak kebenaran-Nya (2 Tes. 2:8-9), berprinsip bahwa kebenaran Alkitab jauh lebih superior dari standar apapun, termasuk standar tradisi gereja.

Mungkin ada yang bertanya: Penulis, anda menolak hari Jumat Agung sebagai peringatan kematiaan-Nya, lalu apa argumen anda?

Betul sekali! Dan untuk menyingkap dengan fair/objektif kebenaran ini maka ada beberapa info Alkitab dan fakta yang harus kita perhatikan sekaligus kita harus MENGAKTIFKAN akal sehat kita sebab Alkitab adalah ajaran yang sehat (1 Tim. 4:6).

Siapkah pembaca bertemu kebenaran? Siapkah pembaca terus membaca artikel ini tanpa asumsi dan prasangka buruk melainkan melihatnya secara netral? Jika siap dan berkepala dingin, mari melanjutkan.

Langkah 1: Hal pertama bagi seorang inteligen pencari (haus dan lapar) akan fakta dan kebenaran adalah MENGUMPULKAN semua informasi atau ayat-ayat teknis dalam Alkitab yang berkaitan dengan penyaliban Kristus Yesus

Berapa lamakah menurut Alkitab Yesus Kristus berada dalam kubur sebelum bangkit?

Ayat teknis ini dalam Alkitab dibagi dalam 3 informasi berbeda namun sebenarnya saling melengkapi bukan bertentangan:

+ Di dalam Alkitab ada disebutkan Yesus bangkit pada hari ketiga (Mat.16:21; 17:23; 20:19; Luk. 9:22; 18:33; 24:7; 24:46; Kis. 10:40; 1Kor.15:4)

+ Di ayat lain dikatakan Yesus dibangkitkan setelah hari ketiga (Mat.27:63; Mrk. 8:31; 9:31; 10:34; Luk. 24:21)

+ Dibagian lain dan hanya satu kali disebutkan dalam Alkitab bahwa Yesus Kristus akan berada di dalam rahim bumi (kubur) selama 3 hari 3 malam (Mat. 12:40) yang mengacu kepada tanda Yunus.

Sesudah 3 hari, pada hari yang ketiga, 3 hari 3 malam, manakah info yang benar? Kita tahu Alkitab seluruhnya diilhamkan oleh Roh Kudus (2 Tim. 3:16-17) maka semua info itu benar tinggal kita memakai akal sehat dan menyimpulkan.

Dari sekian banyak ayat yang terkutip di atas, maka jelaslah bagi kita bahwa ayat teknis (artinya ayat kesimpulan) tersebut adalah Matius 12:40.

“Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.”

Karena dari ayat inilah terangkum dan terjelaskan ayat lainnya mengenai “pada hari ketiga” dan “sesudah tiga hari”. Artinya “pada hari ketiga” benar-benar full selama tiga hari (3 x 24 jam).

Menariknya, kitab Ester memberitahu kita bahwa ungkapan “Pada hari ke tiga”, itu kebiasaan cara ungkapan orang Yahudi untuk menyatakan “sesudah tiga hari tiga malam.”

Ester 4:16-17, 5:1

4:16  “Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; *janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang.* Aku serta dayang-dayangkupun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati.”
 17  Maka pergilah Mordekhai dan diperbuatnyalah tepat seperti yang dipesankan Ester kepadanya.

5: 1   *Pada hari yang ketiga Ester mengenakan pakaian ratu,* lalu berdirilah ia di pelataran dalam istana raja, tepat di depan istana raja. Raja bersemayam di atas takhta kerajaan di dalam istana, berhadapan dengan pintu istana itu.

SESUDAH PUASA tiga hari tiga malam, dikatakan PADA HARI KETIGA, Ester muncul. Jadi, ungkapan pada hari ketiga ini harus dilihat dalam konteks Alkitab bukan dari pemahaman kita semata.

Kasus seperti ini bukanlah satu-satunya di dalam Alkitab. Sebagai contoh adalah tentang komposisi nama yang menjadi otoritas baptisan. Ada banyak ayat di dalam Alkitab yang menyebutkan dibaptis dalam nama Yesus saja (Kis. 2:38, 8:16, 10:48, 19:5), namun cukup satu ayat saja di dalam Matius 28:19 yang mengatakan membaptis di dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus, maka kita tahu bahwa empat ayat di dalam Kisah Para Rasul tersebut adalah kasus synecdoche (gaya bahasa yang menyebut sebagian untuk mewakili keseluruhan). Demikian jugalah tentang hari penyaliban Yesus Kristus! Ada banyak ayat synecdoche, tetapi kita tahu bahwa ungkapan yang penuhnya adalah 3 hari 3 malam (Mat. 12:40).

Langkah 2 = Memahami Perbedaan perhitungan hari Yahudi dengan non-Yahudi

Bangsa Yahudi dengan non-Yahudi memiliki perbedaan cara untuk menghitung hari. Orang Yahudi menghitung hari mulai pukul 18.00 (06.00 sore). Berbeda dengan bangsa-bangsa non-Yahudi lainnya termasuk kita) menghitung pergantian hari dimulai pukul 00.00 (12.00 malam). Bahkan sampai sekarang di Israel sana masih menerapkannya.

Hal ini harus dipahami dengan jelas oleh pencari kebenaran.

Langkah 3 = Mencari Fakta Kapan Kristus Mulai Masuk ke dalam Kubur dan Bangkit

Penulis rasa semua orang yang menyebut diri pengikut Yesus Kristus setuju bahwa hari kebabgkitanNya adalah pada hari pertama atau minggu. Dan memang fakta Alkitab menyatakan hal demikian dengan jelas:

Sesuai dengan catatan Matius 28:1 dst dan Markus 16:2 Yesus Kristus telh bangkit pada awal hari. Tidak dikatakan Tuhan bangkit pada subuh melainkan pada (πρωΐ́ / proi) AWAL hari (bdk. Alkitab King James Version / KJV, “early the first day”). AWAL hari pertama orang Yahudi ialah Sabtu jam 6 sore. Maria Magdalena dan Maria yang lain yang datang ke kubur tersebut tidak sedang menyaksikan kebangkitan Yesus, malah mereka telah mendapati batu terguling, kubur kosong, dan penjaga-penjaga tidak ada lagi di sana, tubuh Yesus sudah tiada (Mrk. 26:2-10). Tetapi yang pasti kebangkitan Kristus jatuh pada hari pertama minggu, atau hari Minggu karena Sabtu adalah hari ke tujuh.

Jadi, Tuhan bangkit pada AWAL hari Pertama (Minggu).

Kemudian, ketika kita ikuti narasi Alkitab, maka kita temukan bahwa Yesus meninggal kira-kira jam 3 sore (Mat. 27:46). Kemudian, seorang yang bernama Yusuf dari Arimatea secara sembunyi-sembunyi DATANG kepada Pilatus untuk menurunkan mayat Yesus untuk menguburkan-Nya. Bersama dengan Yusuf, datang pula Nikodemus membawa campuran minyak mur dan minyak gaharu, kira-kira 50 kati beratnya. Mereka mengapani Yesus dan membubuhiNya dengan rempah-rempah, sebagaimana adat yang berlaku bagi bangsa Yahudi sebelum menguburkan mayat. (Yoh. 19:38-42).

Jadi, dengan adanya proses meminta izin Pilatus, penurunan dari salib, pengapanan, dan memasukkan ke dalam kubur, tidaklah aneh jika kita simpulkan bahwa Yesus masuk ke dalam kubur kira-kira jam 6 sore. Sebagaimana telah disinggung di bagian awal tulisan ini, pergantian hari bangsa Yahudi adalah mulai pukul 6 sore.

Langkah 4 = Memakai Akal Sehat Yang Tuhan Karuniakan

Tuhan menciptakan kita segambar dan serupa Dia adalah karena Ia ingin kita berpikir, berperasaan, dan memilih dengan benar. Akal budi yang Tuhan karuniakan itu sama sekali bukan untuk pajangan, melainkan untuk dipakai dalam pertimbangan atau pengujian SEGALA SESUATU, terlebih sesuatu yang berkaitan tentang Tuhan dan yang rohaniah.

Analisis Pendapat Kristus Disalib Pada Hari Jumat:

Apabila Yesus disalib hari Jumat dan masuk kubur pukul 18.00 dan bangkit pada AWAL hari Minggu yaitu Sabtu pukul 18.00, makaYesus berada di dalam perut bumi selama kira-kira 1 hari 1 malam. Atau sementok-mentoknya atau semaksa-maksanya adalah 2 hari 2 malam. Hal ini sangat bertentangan dengan Matius 12:40, yang mengharuskan Yesus berada di rahim bumi 3 hari 3. Bagaimana mungkin perkataan Tuhan bisa salah atau meleset? Tidak mungkin! Mari kita lanjutkan pencarian kebenaran

Langkah 5 = Mencocokkan Info Alkitab Mengenai “Menjelang Sabat”

Sebagaimana dibahas sebelumnya, mereka yang menetapkan hari penyaliban Tuhan sebagai hari Jumat adalah karena berpatokan pada ayat yang mengatakan Kristus disalib “menjelang sabat”.

Memang benar, itulah fakta Alkitab. Tetapi UNTUNG rasul Yohanes memberi penjelasan lebih lanjut bahwa hari Kristus disalib menjelang sabat saat itu ternyata bukanlah sabat rutin hari sabtu melainkan adalah Sabat BESAR.

Injil Yohanes 19:31 memberitahu kita bahwa ternyata Sabat yang dijelang ketika Kristus disalibkan itu bukan Sabat biasa atau bukan hari Sabtu rutin melainkan SABAT HARI BESAR.

Arti kata Sabat ialah istirahat atau libur. Berarti SABAT BESAR yang dijelang pada saat penyaliban Kristus ialah Sabat tahunan atau SABAT PASKAH, yaitu 15 Nisan. Berarti Kristus disalibkan pada tanggal 14 Nisan menurut kalender Yahudi, yaitu tepat hari bangsa Yahudi menyembelih domba Paskah mereka. Rasul Yohanes memberitahu kita bahwa Yesus Kristus disalibkan menjelang hari Paskah yang dalam kalender Yahudi adalah 15 Nisan.

1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa dan Harun di tanah Mesir: 2 “Bulan inilah akan menjadi permulaan segala bulan bagimu; itu akan menjadi bulan pertama bagimu tiap-tiap tahun. 3 Katakanlah kepada segenap jemaah Israel: Pada tanggal sepuluh bulan ini diambillah oleh masing-masing seekor anak domba, menurut kaum keluarga, seekor anak domba untuk tiap-tiap rumah tangga…. 5 Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela, berumur setahun; kamu boleh ambil domba atau kambing. 6 Kamu harus mengurungnya sampai hari yang keempat belas bulan ini; lalu seluruh jemaah Israel yang berkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja. 7 Kemudian dari darahnya haruslah diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah-rumah di mana orang memakannya.
(Kel.12:1-7)

Akhirnya kita dapatkan poin (sebagaimana poin awal kita) bahwa penyebab kesalahan penetapan hari penyaliban Kristus. Orang Kristen pada abad ke empat, yang dipimpin oleh kaisar Konstantin, tentu tidak fasih tentang Alkitab. Lagi pula Alkitab pada saat itu tidak tersedia seperti sekarang dalam sebuah kitab yang tersusun rapi. Pada saat itu alat tulis juga masih belum berupa kertas seperti yang kita miliki hari ini.

Mereka mungkin berfokus pada beberapa ayat yang menyatakan bahwa Kristus disalib menjelang hari Sabat, yang mereka tafsirkan bahwa Sabat di situ adalah Sabat rutin yaitu hari Sabtu, maka mereka simpulkan Kristus disalibkan pada hari Jumat. Mereka tidak melihat pernyataan Kristus bahwa Dia akan berada di dalam kubur selama tiga hari dan tiga malam.

Membandingkan dengan fakta-fakta Alkitab lainnya

1). Imam-imam dan orang Farisi menemui Pilatus setelah hari persiapan / Sabat (Matius 27)

Hari apakah yang diperbolehkan bagi orang Farisi dan imam-imam berkunjung kepada Pilatus? Jika sabat yang dimaksud hari sabtu, berarti para ahli taurat dan farisi datang ke pilatus untuk meminta kubur Yesus dijaga pada hari minggu. Ini mustahil dan gak masuk akal sebab Yesus sudah bangkit.

Maka itu, kita menyimpulkan pasti ada dua sabat yang berbeda hari. Sabat ruti yaitu hari sabtu dan sabat BESAR / tahunan yang saat itu jatuh pada hari KAMIS.

2. Wanita-wanita membeli rempah-rempah (Markus 16)

Hari apakah yang mungkin bagi wanita-wanita tersebut membeli remppah-rempah dan mengolahnya?

di dalam Markus 16:1 kita diberitahu bahwa wanita-wanita tersebut membeli rempah-rempah setelah hari sabat.

Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus.
sementara di dalam Lukas 23:56 kita diberitahu bahwa mereka menyediakan rempah-rempah sebelum hari sabat.

Dan setelah pulang, mereka menyediakan rempah-rempah dan minyak mur, pada hari Sabat mereka beristirahat menurut hukum Taurat,
Jadi, manakah yang benar dari kedua pernyataan ini?

Jawabannya: keduanya benar sebab memang ada dua hari sabat pada waktu itu. Ayat ini sangat tidak mungkin bisa selaras jika Yesus disalibkan hari Jumat.

Langkah 6 = Mengungkap dan Menyimpulkan Kebenaran

Untunglah ada Rasul Yohanes, seorang saksi mata yang meninggalkan bagi kita catatan bahwa Sabat, satu hari sesudah Kristus disalib itu ternyata bukan hari Sabat (libur) biasa, atau SABTU melainkan SABAT BESAR atau tanggal 15 Nisan.

Karena hari kebangkitan Kristus sama sekali tidak ada permasalahan maka hanya hari penyalibanNya yang ada masalah. Karena tanggal 15 Nisan adalah hari Sabat besar maka tidak mungkin hari itu Magdalena dan teman-temannya MEMBELI REMPAH-REMPAH. Dan para imam juga tidak mungkin melakukan tindakan mereka untuk berkumpul menghadap Pilatus baik pada hari Sabat besar maupun Sabat rutin (Sabtu). Berarti kita dapat simpulkan, pasti ada satu hari yang bebas di antara hari SABAT BESAR dan SABAT RUTIN (Sabtu) yang memungkinkan para wanita membeli rempah-rempah dan para imam menghadap Pilatus. Dan hari itu pasti adalah hari Jumat yaitu satu hari sesudah hari Sabat besar yang jatuh pada hari Kamis, dan satu hari sebelum hari Sabtu/Sabat rutin.

Pembaca yang berhikmat, akhirnya kita bisa merekonstruksi ulang peristiwa yang sudah terjadi dua ribuan tahun berdasarkan catatan Alkitab.

Kristus ditangkap pada Selasa malam di Getsemani. Semalaman ia disidang, dibawa ke Kayafas, Herodes, dan Pilatus. Setelah pagi Ia dihadapkan kepada khalayak ramai, dan mereka berseru, “salibkan Dia”. Kristus dipaksa memikul salibNya menuju bukit Golgota, dan kira-kira Rabu pagi jam 09.00 pagi Kristus dipaku tangan dan kakiNya ke dua batang kayu yang berbentuk palang.

Sebagaimana darah domba dipoleskan di kusen pintu pada dua sisi dan tengah atas yang adalah bentuk salib, seperti itulah salib Kristus, bukan seperti yang diajarkan oleh “Saksi Jehovah” yang berupa sebatang kayu. Lagi pula dikatakan oleh Matius bahwa di atas kepalaNya dipasang tulisan “inilah Yesus raja orang Yahudi” (Mat.27:37). Kalau tanganNya disilang ke atas seperti yang diajarkan “Saksi Jehovah”, maka tulisan itu bukan di atas kepalaNya melainkan di atas tanganNya.

Sampai jam 12.00 siang matahari menjadi gelap hingga jam 15.00. Dan pada jam 15.00 Roh Yesus Kristus meninggalkan tubuhNya, Ia mati dalam keadaanNya sebagai manusia (Fil. 2:6-8).

Melihat Yesus telah mati, Yusuf Arimatea dan Nikodemus pergi menghadap Pilatus untuk meminta ijin menguburkan tubuhNya. Setelah mereka kembali ke Golgota, tentu sudah menjelang magrib, saat itu mereka tidak memakai jam tangan melainkan berpatokan pada matahari.

Mereka memasukkan tubuh Kristus ke dalam kubur Yusuf Arimatea, pada hari Rabu sekitar jam 18.00, atau magrib.

Rabu sesudah magrib ADALAH HARI Kamis sesuai dengan cara hitung hari orang Yahudi. Mereka semua harus pulang untuk memasuki hari Sabat besar yaitu hari Paskah yang setahun sekali.

Sampai Kamis sore atau magrib maka SATU malam SATU hari, kemudian sampai Jumat sore atau petang, maka dua malam dua hari, dan sampai Sabtu sore atau petang maka tiga malam tiga hari.

Sabtu sesudah petang adalah hari Minggu atau hari pertama minggu. Pada saat inilah Kristus bangkit yaitu sesudah tubuhNya persis tiga malam tiga hari di dalam perut bumi. Hari Kamis adalah SABAT BESAR dan Sabtu adalah Sabat rutin, sedangkan hari Jumat adalah hari bebas dimana para wanita membeli rempah-rempah dan para imam beserta orang Farisi menghadap Pilatus.

1). Rabu sore menjelang malam tubuh Kristus dimasukkan ke dalam kubur, sampai Kamis sore menjelang malam adalah SATU MALAM SATU HARI.

2). Kamis sore menjelang malam sampai Jumat sore menjelang malam tubuh Kristus di dalam kubur sudah DUA MALAM DUA HARI.

3). Jumat sore menjelang malam sampai Sabtu sore menjelang malam tubuh Kristus sudah TIGA MALAM TIGA HARI.

Ingat, Sabtu SESUDAH sore menjelang malam, itu adalah AWAL hari MINGGU atau hari PERTAMA menurut hitungan Yahudi, saat itulah Yesus Kristus bangkit SESUDAH di dalam perut bumi TIGA HARI TIGA MALAM, seperti Yunus dalam perut ikan.

Pembaca yang berhikmat, akhirnya kita berhasil mengungkap sebuah kasus yang pelik yang sudah berlalu dua ribuan tahun. Perkataan Kristus bahwa tubuhNya akan ada di dalam perut bumi TIGA HARI dan TIGA MALAM tidak meleset sedikit pun. Gereja pada zaman Konstantin telah salah menetapkan hari penyaliban Kristus pada hari Jumat. Bahkan mereka menambahkan berbagai faham mistik dengan Rabu abu, Kamis putih, Jumat  Agung dan lain sebagainya.

Tunduk / Taat Pada firmanNya (Alkitab)

Kesimpulannya adalah Yesus disalib hari RABU, bukan JUMAT. Jika Anda membantahnya, maka ingatlah Anda tidak boleh benci kepada saya karena menuliskan artikel ini untuk Anda.

Bersyukurlah, bahwa kebenaran telah disingkapkan kepada Anda. Saya sudah memberitahukan Anda, selebihnya adalah urusan Anda dengan Tuhan Yesus Kristus.

Terus terang, posisi ini tidak cukup populer di kalangan umat Kristen, tetapi walaupun demikian, hal itu tidak akan mempengaruhi kebenaran yang mengiringinya. Reungkanlah Sahabat!

Bagaimana Dengan PASKAH?

Kata paskah berasal dari bahasa Ibrani פֶּסַח (bacanya pesak), yang artinya passover  atau melalui atau lewat. Mengapa disebut hari Lewat atau PASKAH? Sesungguhnya pada malam tanggal 14 Nisan, kalender Yahudi itu sudah tanggal 15 Nisan, Allah melewati tanah Mesir dan membunuh semua yang sulung di tanah Mesir dari putra sulung Firaun sampai anak sulung binatang.

Orang yang tidak mau anak sulungnya mati, telah diperingati bahwa caranya hanya dengan menyembelih seekor anak domba jantan berumur satu tahun dan darahnya dipoleskan di kusen pintu atas, kiri dan kanannya. Tuhan bukanlah pribadi yang bisa diajak kompromi, karena siapapun yang didapati tidak ada tanda darah di kusen pintunya SAAT JEHOVAH LEWAT, maka malaikat maut akan mencabut nyawa anak sulungnya.

Tentu pada tengah malam sebagaimana waktu yang dipatok, terdengar jerit tangis seluruh Mesir karena ada kematian yang mengerikan. Putra sulung Yahudi yang memasang darah di kusen pintu tetap hidup, dan malam itu juga mereka berangkat dari Mesir, menuju Kanaan.

Sesudah peristiwa tersebut di atas, Tuhan perintahkan kepada seluruh bangsa Yahudi untuk MEMPERINGATI, atau merayakan hari Allah Jehovah melewati tanah Mesir dan melepaskan putra sulung mereka tetapi  membunuh semua yang sulung di Mesir. Perayaannya diberi nama perayaan Lewat, atau perayaan Paskah.

Jelas sekali bahwa domba korban yang disembelih dan darahnya dipoleskan di kusen pintu itu MENYIMBOLKAN Sang Juruselamat yang dijanjikan untuk menanggung dosa seisi dunia. Domba korban ini yang menjadi inti seluruh ibadah simbolik PL sejak Adam, dan diajarkan kepada Habel, kemudian Habel dibunuh Kain yang bermaksud mengganti Korban Domba menjadi korban sayuran.

Perayaan Paskah Sudah Digenapi

Sejak Yohanes Pembaptis muncul, terlebih ketika ia menunjuk kepada Yesus Kristus sambil berkata,  “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia. (Joh 1:29 ITB), itu artinya Domba Paskah sedang dipersiapkan. Kemudian Sang Domba disembelih pada tanggal 14 Nisan, dan digantung di kayu salib persis seperti ular tembaga yang dibuat untuk menyembuhkan racun ular.

Saat penyaliban Kristus inilah sesungguhnya yang digambarkan oleh seluruh kegiatan ibadah simbolik penyembelihan korban domba yang dimulai sejak Adam. Kata Tuhan Yesus, “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. (Mat 5:17).

Sejak penyaliban Yesus Kristus di Golgota, seluruh ibadah simbolistik, ritualistik dan jasmaniah di Bait Allah dan di mana saja, HARUS DIHENTIKAN karena hakekat dari ibadah itu telah tiba dan telah dilakukan pada korban yang aslinya yaitu Domba Allah, bukan domba yang sekedar simbol (Yoh. 4:23; Ibr. 10:1-2).

Jika seluruh ibadah di Bait Allah harus berhenti, maka sudah pasti termasuk seluruh kegiatan hari Sabatnya juga. Oleh sebab itu kita melihat sangat jelas bahwa Ellen G. White itu ketika didatangi malaikat untuk menyuruhnya memelihara kembali ketetapan hari Sabat sebagai sebuah penyimpangan Sangat BESAR.

Sudah pasti malaikat yang datang itu dari pihak Lucifer yang melihat ada peluang untuk mendirikan sebuah institusi penyesatan.

Perayaan Paskah sudah tergenapi, dan bukan hanya urusan perayaan Paskah saja yang tergenapi, melainkan SELURUH rangkai ibadah simbolistik, ritualistik, jasmaniah Perjanjian Lama sudah harus selesai sejak Tuhan Yesus berseru SUDAH Selesai (Joh 19:30 ITB).

Kami Tidak Merayakan Paskah. Gereja yang alkitabiah tidak merayakan Paskah, melainkan memperingati KEMATIAN dan KEBANGKITAN Kristus.

Gereja alkitabiah tidak merayakan peristiwa di Mesir, melainkan memperingati kematian dan kebangkitan Kristus. Hari Paskah sesungguhnya sudah tergenapi, tidak perlu diperingati lagi karena Kristus telah datang sebagai domba Allah dan sekali mengobankan diriNya untuk selama-lamanya.

Seharusnya setiap orang yang menerima bahwa Kristus adalah Domba Allah yang menggenapkan ibadah simbolik domba Paskah PL tidak merayakan Paskah lagi melainkan merayakan atau lebih tepat memperingati hari kematian dan kebangkitan Kristus sebagai domba Allah yang telah menebus dosa seisi dunia.

Orang Kristen alkitabiah tidak sembarangan memakai istilah, dan tidak sembarangan merayakan peristiwa-peristiwa. Orang Kristen alkitabiah harus tahu bahwa iblis sangat licik dan ia selalu mencari celah untuk menyesatkan orang Kristen. Tuhan perintahkan bangsa Yahudi merayakan Paskah dengan tujuan agar bangsa Yahudi ingat terus akan janji Allah bahwa Ia akan mengirim Juruselamat untuk melepaskan manusia dari perbudakan dosa seperti Ia melepaskan mereka dari perbudakan Mesir. Dan penyembelihan domba yang darahnya dipoleskan di kusen pintu itu simbol penghukuman atas dosa yang akan ditanggungNya, dan akhirnya Dia datang. Tetapi bangsa Yahudi menolakNya, mereka tetap merayakan Paskah, mereka menganggap Sang Juruselamat belum datang, bahkan sampai sekarang mereka masih menunggu.

Rasul Yohanes yang menulis Injil Yohanes sekitar tahun 90 AD menyebut hari Paskah itu *HARI RAYA ORANG YAHUDI.* Pernyataan ini bisa membuktikan bahwa orang Kristen yang sudah memahami tentang PENGGENAPAN makna simbolistik Paskah sudah tidak merayakannya lagi, sedangkan orang Yahudi yang menolak Yesus tetap merayakan dan tetap menanti Mesias yang sesuai keinginan mereka.

Yoh. 5:1 Sesudah itu ada hari raya orang Yahudi, dan Yesus berangkat ke Yerusalem. 

Kami memperingati kematian Kristus pada Rabu malam, dan kebangkitan pada Minggu pagi. Kami tidak bermaksud menjadi manusia aneh melainkan hanya mau jadi manusia alkitabiah yang menyenangkan hati Tuhan. Itu saja.

Marilah Kita Menyenangkan Hati Tuhan Dengan Menjadi Orang Kristen Yang Alkitabiah. Pelajarilah Alkitab Dengan Seksama, Patuhilah Tuhan, Dengan Mematuhi Alkitab.

Jangan Percaya Pada Informasi Lain Yang Tidak Didasarkan Pada Alkitab Karena Itu Akan Menyesatkan. Sekali Lagi Selidikilah Alkitab, Renungkanlah, dan LAKSANAKANLAH bagi Tuhan!

Maranatha!

https://bit.ly/haripenyalibankristusyesus

Tinggalkan Balasan