Cina Merobohkan Salib dari Gereja-Gereja Karena ‘Lebih Tinggi dari Bendera Negara’

(Berita Mingguan GITS 25 April 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Bitter Winter, sebuah majalah hak asasi manusia, melaporkan berikut ini: “Bahkan adanya coronavirus yang mematikan tidak mengurangi kecepatan kampanye perobohan salib yang sedang melanda Cina. Pada pertengahan bulan Maret, berbagai salib dihilangkan dari banyak gereja di propinsi timur Jiangsu dan Anhui. Di Shandong yang berdekatan, Linyi, sbuah kota level prefecture, tidak menjadi pengecualian: Selain minimal 70 salib yang dihilangkan dari gereja-gereja sejak musim semi yang lalu, lebih banyak lagi yang diturunkan selama epidemi ini. …Desember yang lalu, banyak salib diturunkan dari gereja-gereja Tiga-Mandiri di Hegang, sebuah kota level prefecture di propinsi Heilongjiang. Seorang anggota dari sebuah gereja di distrik Dongshan di kota itu memberitahu Bitter Winter bahwa seorang pejabat lokal mengancam akan menutup gereja tersebut jika salibnya tidak dihilangkan, karena salib itu ‘lebih tinggi dari bendera negara’” (“Crosses Removed from Numerous State-run Protestant Churches,” Bitter Winter, 11 Apr. 2020). Ini mengingatkan kita tentang dua nubuat dalam Alkitab. Pertama ada di Mazmur: “Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia? Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar bermufakat bersama-sama melawan TUHAN dan yang diurapi-Nya: “Marilah kita memutuskan belenggu-belenggu mereka dan membuang tali-tali mereka dari pada kita!” Dia, yang bersemayam di sorga, tertawa; Tuhan mengolok-olok mereka. Maka berkatalah Ia kepada mereka dalam murka-Nya dan mengejutkan mereka dalam kehangatan amarah-Nya: ‘Akulah yang telah melantik raja-Ku di Sion, gunung-Ku yang kudus!’” (Mazmur 2:1-6). Yang kedua ada di Yesaya: “Masuklah di sela gunung batu dan bersembunyilah di dalam liang tanah terhadap kedahsyatan TUHAN dan terhadap semarak kemegahan-Nya! Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukkan; dan hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi pada hari itu. Sebab TUHAN semesta alam menetapkan suatu hari untuk menghukum semua yang congkak dan angkuh serta menghukum semua yang meninggikan diri, supaya direndahkan” (Yesaya 2:10-12).

Tinggalkan Balasan